Tadi malam, ambu gak mengira mursyid akan berbicara seperti itu. Membuat ambu benar-benar merasa takjub sekaligus bangga. dan tak henti mengucapkan syukur kepada Allah atas kepintaran yang Dia berikan untukmu, Nak.
Tadi malam, saat ambu mau bersin tapi enggak jadi, kamu heran. Kata kamu, "Ambu kenapa? mau bersin gak bisa ya?"
Ambu jawab, "Iya, Nak."
"Ambu kenapa? Ambu sakit?" tanymu lagi.
"Iya sayang, Ambu lagi enggak enak badan." jawab Ambu. dan tanpa ambu duga kamu pun langsung bilang, "Makanya ambu, jangan makan pedes terus. Ambu jadi batuk kan? ambu jadi sakit kan? nanti mursyid bilangin dokter agus loh! nanti ambu dimarahin kalau gak nurut. besok jangan makan pedes lagi ya, ambu. jangan diulangi lagi ya. biar ambu sehat."
Maa Sya Allah Tabarakallah Nak. Begitukah caramu memberikan perhatian kepada Ambu?
Setelah mendengar ucapanmu, ambu hanya bilang, "iya, Nak." dan menyerangmu dengan ciuman dan pelukan. Bersyukur tiada tara melihatmu semakin tumbuh besar dengan kepintara, kecerdasan, kepekaa, dan kasih sayang seperti ini.
Teruslah kamu tumbuh besar menjadi anak yang sholeh, anak yang baik, anak yang perhatian, ya, Nak.
Sungguh, perhatian-perhatianmu inilah yang kelak ambu sangat butuhkan dikondisi apapun.
Tetaplah jadi anak ambu dan abah yang sholeh samapi kapanpun ya sayang...