Rabu, 19 Juni 2019

Bahagianya Dipeluk Aa

19 Juni 2019, Rabu

Bismillahirrahmannirrahim..

Aa, apa kabarmu, Nak saat membaca tulisan ini?

Aa, maafin ambu ya, bertambahnya adikmu, malah berkurangnya frekuensi ambu menulis diary untuk aa. Maaf ya, sayang.
Tapi ambu sebisa mungkin akan selalu menuliskan hal-hal yang sangaaaattt berkesan di hati dan pikiran ambu tentang ambu bersama aa. Biar tak lekang oleh waktu. :)

Hari ini, ambu bahagiaaaa banget dipeluk aa.
Aa tau?
Karena aa, bisa meredakan amarah ambu. 
Jujur, ambu malu sebenarnya melakukan tindakan gak baik tadi di depan aa. :(

Ambu malu karna harus marah kepada muflih yang gak berhenti nangis, dan itu ambu lakuin di depan aa. :(

Tapi dengan hebatnya, jujurnya, dan tulusnya kamu meredakan amarah ambu dengan berkata, "ambu, laa taghdab wa lakal jannah. Ambu sayang jangan marah bagimu syurga." Ya Allah, melted hati ambu seketika. Dingin kepala rasanya mendengar aa berkata itu sambil tersenyum manis ke ambu.
Ambu pun jawab dengan senyuman. Lalu gak lama, kamu turun kasur, menghampiri ambu yg duduk di kasur bawah, lalu kamu peluk ambu. Ya! Kamu peluk ambu sambil tangan mungil mu itu mengusap usap punggung ambu. Kamu ingatkah, Nak? Seketika ambu nangis dipelukan kamu. :(

Iya! Ambu nangis. Ambu menangis karena bahagia. Ambu menangis karena bersyukur memiliki putra sepeka kamu. Ambu berkata dalam hati, "ya! Ini yang aku butuhkan. Sebuah pelukan! Tak apa gak dapt pelukan dari abah, karena ternyata pelukan dari seorang mursyid jauh lebih berarti." 
Dan kamu ingat apa yang ambh bisikkan ke telinga kamu? 
Ambu bilang, "terimakasih ya, Nak. Tetap jadi anak ambu yang baik seperti ini ya, sayang."
Dan kamu melepaskan pelukanmu, tersenyum kepada ambu, dan kemudian memeluk ambu lagi.

Ambu masih menangis beberapa saat. Setelah ambu benar-benar tenang, kamu bilang, "ambu jangan nangis lagi ya. Ucid sedih kalo liat ambu nangis." :(

Ya Allah, maafkan ambu ya, nak. Maafkan ambu kalau sampai detik ini ambu banyak salah dalam membersamai kamu. Ambu mungkin pernah meninggalkan jejak gak enak dalam memori kamu, maafin ambu, Nak. :(

Kamu anak sulung ambu yang luar biasa. Tetaplah baik dan sayang seperti ini kepada ambu ya sayang. Jangan pernah malu untuk memeluk ambu. Walau sekedar mengungkapkan rasa sayang ataupun rindu. 

Ambu berharap, mursyid yang sudah besar nanti tetap sebaik ini kepada ambu.
Ambu dan abah sayang bgt sama mursyid.. 

Kamis, 06 Juni 2019

KAmis, 6 Juni 2019.

Hari ini adalah hari ied fitri ke 2. Alhamdulillah, bertemu lgi kita dengan ied fitri tahun ini. Semoga Ambu abah panjang umur sehingga bisa menemani aa ied fitri dari tahun ke tahun.

Aa, ambu hari ini mau cerita betapa Ambu dan Abah bersyukuuuurrrr banget punya anak sebaik aa. Kamu udah mulai bisa melindungi ambu.

Saat tadi siang kamu dan babang lagi main, fan tiba- tiba babang mukul Ambu, kamu marah banget! Kamu belain Ambu. Kamu terlihat jelas gak mau Ambu disakitin oleh siapapun! Termasjk sama saudara kamu sendiri.

Ya Allah, Nak. Semoga sikap kamu yang melindungi Ambu ini terusbterjaga sampai kapanpun ya, Sayang.

Terimakasih karena kamu sudah tumbuh besar menjadi anak yang baim. Ambu Abah bahagiaa banget punya Aa. 😊😍😘