Rabu, 25 Agustus 2021

Bermalam di Rumah Ummi

 


Siang ini, Ambu ada ujian modul 1 untuk kuliah PPG. Alhamdulillah wa syukurillah, Ambu sangat bersyukur memiliki anak seperti Mursyid, Muflih, dan Muadz yang seperti ini sayangnya ke Ambu. Sejak Ambu mulai kuliah di hari senin kemarin, Mursyid, Muflih, Muadz, bisa dengan mudah diajak kerja sama. Mursyid, Muflih dan Muadz, mau diajak ummi ke rumah, main di rumah ummi sampai sore. Bahkan, semalem, Mursyid dan Muflih berani menginap di rumah Ummi tanpa Ambu dan Abah. Hebatnyakalian naak... Ya Allah, Ambu dan Abah sebahagia ini melihat kali bisa semandiri itu, sepengertian ibu menghadapi Ambu yang lagi PPG ini. Terimakasih banyak sayang. Terimakasih banyak. dan Maafkan ambu yang masih banyak khilaf ke kalian semua. Padahal sampai hari ini kalian begitu baik sama Ambu. Bahkan, kemarin sebelum kalian menginap di rumah Ummi kalian mengingatkan Ambu untuk jangan lupa makan. Mursyid sampe bilang, "Ambu jangan lupa makan ya, nanti ambu sakit kerjain tugas terus tapi gak makan." 😊💗 Muflih juga tanya ambu udah makan atau belum. Bahkan, saat hari senin, Mursyid bisa bantu ambu menyiapkan makan siang untuk Muflih dan Muadz. 

Maa Sya Allah tabarakallah, betapa bahagia dan bangganya ambu sama kalian nak. 😘😘😊


Teruslah tumbuh besar menjadi anak-anak yang baik secara sikap, tutur kata, dan tutur tindak ya Nak. Jadilah kalian beradik kaka yang akur, yang saling sayang, saling jaga, satu dengan yang lain hingga kapanpun seperti hari ini. Jadilah kalian anak-anak yang taat kepada Allah, yang selalu dekat dengan Allah.

Ambu Abah sayang sekali dengan kalian... 😘😘




Jumat, 20 Agustus 2021

Pergi Ke Jati Berdua Ummi

Hari ini tiba-tiba aja kamu mau ikut Ummi ke jati. Hanya berdua, tanpa Muflih dan Muadz, juga tanpa Ambu dan Abah. Awalnya Ambu ragu melepas kamu pergi berdua aja sama ummi. Khawatir, sampai sana kamu gak betah dan minta pulang. Tapi ternyata dugaan Ambu salah. Kamu justru berhasil menunjukkan ke Ambu dan Abah bahwa kamu sudah semakin besar dan bisa untuk semakin mandiri. Perlahan tapi pasti kamu menunjukkan hal itu kepada kami, Nak. Selama disana, kamu pun baik, adab kamu baik, sikap kamu baik, tutur kata kamu baik. Ambu Abah bahagia banget!!

Bahkan, satu hal yang membuat ambu dan abah semakin bangga dan bahagia mendengar cerita bagaimana kamu di jati seharian ini adalah, kamu bisa mengingatkan Ummi untuk tidak membuat abang sedih karena melihat kamu pergi berdua ummi ke  jati. Saat Ummi menawarkan untuk nelepon abang, kamu jawab, "Gak usah, Mi. Jangan. Nanti abang kalau tau dia nangis lagi, nanti aku dosa karena udah bikin abang nangis. jadi jangan ditelepon, Mi." Maa sya Allah, Tabarakallah, Anakku, sulungku, betapa bijaknya kamu, Nak.

Ummi juga tadi cerita, saat di sana, saat kamu melihat kong Diding buang sampah sembarangan, kamu mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Ya Allah... bersyukurnya Ambu Abah memiliki kamu, Nak.

Ambu dan Abah memang hampir tidak pernah membangga-banggakan kamu di depan orang banyak, karena kami berprinsip, biarkan orang mengenal kamu dengan sendirinya. Biarkan orang mengenal kamu, menilai kamu berdasarkan apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan saat bersama kamu. Dan hari ini, orang semakin melihat kamu pribadi yang seperti apa. 

Pesan Ambu dan Abah untukmu, Nak akan selalu sama.

Jadilah anak yang baik sikapnya, akhlaknya, tutur katanya, kepada siapapun dan dimanapun! Ingatlah bahwa Ada Allah yang selalu melihat kamu, dan DIA akan semakin mencintai kamu ketika kamu terus berjuang menjadi pribadi yang baik, dan taat kepada-Nya.


Barakallahufiik anak Ambu Abah.. kami sangat menyayangi kamu... 😘😘😘


Oh, ya, btw, tadi Muflih nangis karena kangen sama kamu,, hhahahaha.. Kasian Muflih. Sedih banget gak ada kamu seharian.😂





Selasa, 17 Agustus 2021

Welcome to Elementary School

 

 
Selamat Datang di Tingkat sekolah SD sayangnya Ambu Abah.

Enggak kerasa udah sebulan kamu menjalani hari-hari sebagai anak SD. Dengan kondisi pandemik yang belum berakhir ini, terpaksa kamu harus melakukan pembelajaran daring lagi.

Maafkan Ambu yang sering tidak sabar dalam membimbing kamu dalam belajar ini. Maafkan Ambu yang masih banyak kurang dan tidak sabarnya dalam mendampingi kamu belajar mengerjakan tugas-tugas dari bu guru. Ambu yakin pembelajaran model ini bukanlah pembelajaran yang kamu suka. Tapi kita harus sangat bersabar dan tetap semangat untuk menghadapi kondisi ini. Semoga kondisi ini segera berakhir. 

Bagaimanapun sistem pembelajaran yang kamu hadapi saat ini, tetap bagi Ambu dan Abah yang terpenting adalah kamu menjadi pribadi yang beradab. Ya!! Berapapun nilai yang kamu peroleh, yang terpenting adalah kamu bisa memiliki dan selalu menerapkan adab dan sikap yang baik dimanapun dan sampai kapanpun.

Teruslah tumbuh besar dan semakin baik dalam sikap dan tutur kata kepada Ambu Abah, adik-adik, dan kepada siapapun ya Nak,,,

Dan teruslah bersemangat dalam mempelajari AL-Quran. Karena sebagus apapun nilai sekolahmu, saat kelak kematian menjemput, hanya Quran dan amal baik yang menemanimu, Nak. 😊😊

Sekali lagi, teruslah tumbuh besar menjadi anak yang sholeh ya sayang..

Ambu Abah sayang Mursyid selalu.. 😊😘