Berikan yang terbaik yang kamu bisa! Apapun hasinya, Ambu dan Abah akan selalu bersyukur dan menghargai kamu. 😘😘
Rekam jejak perjalanan Mursyid. Karena setiap moment terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja ^_^
Berikan yang terbaik yang kamu bisa! Apapun hasinya, Ambu dan Abah akan selalu bersyukur dan menghargai kamu. 😘😘
Maa Sya Allah tabarakallah, betapa bahagia dan bangganya ambu sama kalian nak. 😘😘😊
Teruslah tumbuh besar menjadi anak-anak yang baik secara sikap, tutur kata, dan tutur tindak ya Nak. Jadilah kalian beradik kaka yang akur, yang saling sayang, saling jaga, satu dengan yang lain hingga kapanpun seperti hari ini. Jadilah kalian anak-anak yang taat kepada Allah, yang selalu dekat dengan Allah.
Ambu Abah sayang sekali dengan kalian... 😘😘
Bahkan, satu hal yang membuat ambu dan abah semakin bangga dan bahagia mendengar cerita bagaimana kamu di jati seharian ini adalah, kamu bisa mengingatkan Ummi untuk tidak membuat abang sedih karena melihat kamu pergi berdua ummi ke jati. Saat Ummi menawarkan untuk nelepon abang, kamu jawab, "Gak usah, Mi. Jangan. Nanti abang kalau tau dia nangis lagi, nanti aku dosa karena udah bikin abang nangis. jadi jangan ditelepon, Mi." Maa sya Allah, Tabarakallah, Anakku, sulungku, betapa bijaknya kamu, Nak.
Ummi juga tadi cerita, saat di sana, saat kamu melihat kong Diding buang sampah sembarangan, kamu mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Ya Allah... bersyukurnya Ambu Abah memiliki kamu, Nak.
Ambu dan Abah memang hampir tidak pernah membangga-banggakan kamu di depan orang banyak, karena kami berprinsip, biarkan orang mengenal kamu dengan sendirinya. Biarkan orang mengenal kamu, menilai kamu berdasarkan apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan saat bersama kamu. Dan hari ini, orang semakin melihat kamu pribadi yang seperti apa.
Pesan Ambu dan Abah untukmu, Nak akan selalu sama.
Jadilah anak yang baik sikapnya, akhlaknya, tutur katanya, kepada siapapun dan dimanapun! Ingatlah bahwa Ada Allah yang selalu melihat kamu, dan DIA akan semakin mencintai kamu ketika kamu terus berjuang menjadi pribadi yang baik, dan taat kepada-Nya.
Barakallahufiik anak Ambu Abah.. kami sangat menyayangi kamu... 😘😘😘
Oh, ya, btw, tadi Muflih nangis karena kangen sama kamu,, hhahahaha.. Kasian Muflih. Sedih banget gak ada kamu seharian.😂
Enggak kerasa udah sebulan kamu menjalani hari-hari sebagai anak SD. Dengan kondisi pandemik yang belum berakhir ini, terpaksa kamu harus melakukan pembelajaran daring lagi.
Maafkan Ambu yang sering tidak sabar dalam membimbing kamu dalam belajar ini. Maafkan Ambu yang masih banyak kurang dan tidak sabarnya dalam mendampingi kamu belajar mengerjakan tugas-tugas dari bu guru. Ambu yakin pembelajaran model ini bukanlah pembelajaran yang kamu suka. Tapi kita harus sangat bersabar dan tetap semangat untuk menghadapi kondisi ini. Semoga kondisi ini segera berakhir.
Bagaimanapun sistem pembelajaran yang kamu hadapi saat ini, tetap bagi Ambu dan Abah yang terpenting adalah kamu menjadi pribadi yang beradab. Ya!! Berapapun nilai yang kamu peroleh, yang terpenting adalah kamu bisa memiliki dan selalu menerapkan adab dan sikap yang baik dimanapun dan sampai kapanpun.
Teruslah tumbuh besar dan semakin baik dalam sikap dan tutur kata kepada Ambu Abah, adik-adik, dan kepada siapapun ya Nak,,,
Dan teruslah bersemangat dalam mempelajari AL-Quran. Karena sebagus apapun nilai sekolahmu, saat kelak kematian menjemput, hanya Quran dan amal baik yang menemanimu, Nak. 😊😊
Sekali lagi, teruslah tumbuh besar menjadi anak yang sholeh ya sayang..
Ambu Abah sayang Mursyid selalu.. 😊😘
Alhamdulillah segala syukur kepada ALlah..
Hari ini, Ambu bisa menghadiri wisuda pertama Aa dalam perjalanan Aa di dunia pendidikan. Senang, bahagia, dan bangga tentunya.
Karena keadaan pandemi ini, walhasil wisudaan Aa cuma bisa didampingi oleh Ambu. Sedangkan Abah dan Adek-adek Aa menunggu di rumah. Semoga keadaan ini tidak membuat Aa bersedih hati.
Semoga ilmu yang telah Aa dapatkan di bangku TK ini menjadi bermanfaat dan berkah. Dan bisa memudahkan Aa dalam langkah aa menuju gerbang baru. Yaitu, gerbang sekolah tingkat SD.
Jangan takut, Nak. Selagi Allah memberikan Ambu dan Abah umur panjang, kami akan selalu berada di sampingmu. Mendamping dan terus membimbingmu. Bahkan, jika kami tak ada pun, kamu pun tidak boleh takut, dan patah semangat. Karena kamu memiliki Allah yang tidak pernah meninggalkan mu walau sedetik.
Teruslah bersemangat dalam menimba ilmu sayang. Karena ilmu-ilmu yang kamu miliki kelak akan menyelamatkanmu dari kebodohan.
Sekali algi, Barakallahfik anak Ambu Abah.
Semoga kelak, Ambu Abah mampu mendampingimu di wisuda-wisuda berikutnya, hingga kau berada di jenjang pendidikan tertinggi. Aaamiiin.
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
Hai Mursyid sulungnya Ambu Abah, Alhamdulillah, setelah perjalanan panjang yang konsisten, subuh tadi kamu resmi selesai Iqro 5. Insya Allah, mulai maghrib entar kamu memasuki iqro 6. Bukan hal yang mudah untuk sampai di titik ini memang. Tapi ketahuilah Nak, dari sini, kamu akan semakin indah melantunkan kalam Allah. Ambu dan Abah sangat bersyukur banget. Kamu sudah sampai di iqro 6 ini. Walau tidak mudah AMbu rasa, tapi kamu mau berjuang, mau berusaha. terimakasih ya sayang..
Kelak, saat kamu sudah mahir membaca Al-Quran, jangan pernah lupa untuk selalu membaca Al-Quran setiap hari yaaa. Agar surga kelak mudah kita raih bersama, dan kelak Allah ridha untuk mengumpulkan kita di surga-Nya.
Amiiiin...
Siang tadi, tiba-tiba aja kamu bilang sama Ambu, "Bu, aku ada gelang buat Ambu."
Ambu langsung bingung dan bertanya-tanya "gelang dari mana?"
Lalu kamu jawab, "Gelang dari ummi. Aku dikasih gelang sama ummi. Nah, gelang itu mau aku hadiahin buat Ambu. Sini deh!" sambil mengajak Ambu ke depan lemari kamu.
Lalu kamu memberikan gelang ini untuk Ambu.