Jumat, 05 Mei 2017

Mei


Bahagia itu adalah saat ambu dan abah terus menyaksikan dengan mata kami sendiri bagaimana perkembanganmu. Dari segala sisi. Dan hari ini, kami sangat bahagia melihat kamu yang semakin hari semakin pintar mengolah kemampuan verbal mu. Kamu mulai terbiasa dengan ucapan “tolong, bu.” Atau “tolong, Bah.” Saat kamu membutuhkan bantuan kami. Dan juga kamu tak lupa mengucapkan “terimakasih, Bu.” Atau “terimakasih, Bah.” Saat apa yang kamu minta telah kami berikan. Itu sederhana, Nak. sangat sederhana! Tapi taukah kamu, suatu hal yang sangat sederhana itu, jika kamu pelihara dengan baik, maka kamu akan menjadi seseorang yang sangat luar biasa. Ingat, Nak. zaman mu saat ini, orang yang pintar begitu banyak, namun orang yang berbudi pekerti, berakhlak yang baik, yang menjaga sopan dan santun sudah sangat sedikit. Maka, seperti yang sering ambu dan abah katakan, jadilah kamu anak yang selalu menjunjung tinggi adab yang baik di manapun kamu berpijak.
Mursyid yang ambu sayangi. Hari ini, ambu ingin ungkapkan apa yang ambu rasakan akhir-akhir ini.
Baca baik-baik ya sayang.. J
Terimakasih karena kamu telah hadir menjadi purnama yang tak pernah padam untuk ambu. Hadirmu menjadi salah satu kekuatan dan sumber semangat ambu meraih apa yang ambu impikan selama ini. Ambu ingin menjadipenulis. Ambu ingin, saat ambu tak ada umur nanti, ambu memiliki satu karya yang akan ambu tinggalkan untuk kamu, juga untuk adik-adikmu. Dan Alhamdulillah, di bulan ini, di tahun ini, apa yang ambu impikan menjadi nyata. Alhamdulillah banget!! Ambu sangat bahagia. Dan lebih bahagia saat kamu selalu ingin berada di dekat ambu. Kata orang, memang ini yang akan terjadi saat kehamilan semakin besar. Sang Kakak akan semakin ingin lebih dekat dengan ibunya. Entah karena faktor apa. Tapi begitulah yang terjadi dari pengalaman orangtua-orangtua kita.
Ambu bahagia dengan kedekatan kita saat ini. Kamu yang selalu takut saat ambu pergi. Kamu yang selalu menunjukkan kebahagiaan dan keceriaanmu saat berdekatan dengan ambu, dan bermain bersama ambu. Ambu bahagiaa bangeeet!!! Dengan sikap kamu yang sering kali mencium ambu saat ambu sedang memakaikan baju kepadamu. Walau katamu “ucid ikutin rabbit, cium ibu bapak.” Rabbit yang dimaksud adalah film zootopia yang sering kali kamu tonton. Ada scene dimana si rabit mencium kedua orangtuanya sebagai tanda pamit karena harus pergi meninggalkan orangtuanya. Dan ambu sangat bahagia dengan perlakuan polosmu itu.
Hingga tak jarang, setiap malam datang, menatapmu yang mulai terlelap. Ambu selalu berbisik dalam hati, meminta kepada Allah, agar ambu diberikan umur panjang, agar dapat terus menemanimu juga adik-adikmu. Ambu ingin menatapmu selalu bahagia saat kita bersama. walau ambu tak tau sampai diusia mu keberapakah kedekatan kita ini akan terjalin.
Mursyid sayang,, ambu ingin kamu tahu nak, saat kamu beranjak semakin besar,, jika ada suatu hal yang ambu lakukan kurang berkenan di hatimu, maka, maafkan lah ambu. Mungkin ambu melakukan hal itu karena mulai kurang memahamimu. Jika suatu hari nanti ambu mengungkapkan rindu dan rasa sayang ambu karena jarak mulai memisahkan kita, maka, dengarkanlah nak, jangan kamu enggan dan malu. Karena memang, ambu pasti akan merindukanmu. Merindukan dirimu yang selalu dekat dengan ambu.

Tetaplah menjadi mursyidku yang seperti ini ya sayang.. yang selalu menyayangi ambu dengan caramu. Yang selalu membahagiakan ambu dengan caramu. Dan selalu jujur dan berani ungkapkan cinta dan sayang, dengan caramu. We Love You, mursyid.. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar