Bahagia itu
adalah saat ambu dan abah terus menyaksikan dengan mata kami sendiri bagaimana
perkembanganmu. Dari segala sisi. Dan hari ini, kami sangat bahagia melihat
kamu yang semakin hari semakin pintar mengolah kemampuan verbal mu. Kamu mulai
terbiasa dengan ucapan “tolong, bu.” Atau “tolong, Bah.” Saat kamu membutuhkan
bantuan kami. Dan juga kamu tak lupa mengucapkan “terimakasih, Bu.” Atau
“terimakasih, Bah.” Saat apa yang kamu minta telah kami berikan. Itu sederhana,
Nak. sangat sederhana! Tapi taukah kamu, suatu hal yang sangat sederhana itu, jika
kamu pelihara dengan baik, maka kamu akan menjadi seseorang yang sangat luar
biasa. Ingat, Nak. zaman mu saat ini, orang yang pintar begitu banyak, namun
orang yang berbudi pekerti, berakhlak yang baik, yang menjaga sopan dan santun
sudah sangat sedikit. Maka, seperti yang sering ambu dan abah katakan, jadilah
kamu anak yang selalu menjunjung tinggi adab yang baik di manapun kamu
berpijak.
Mursyid yang ambu
sayangi. Hari ini, ambu ingin ungkapkan apa yang ambu rasakan akhir-akhir ini.
Baca baik-baik ya
sayang.. J
Terimakasih
karena kamu telah hadir menjadi purnama yang tak pernah padam untuk ambu.
Hadirmu menjadi salah satu kekuatan dan sumber semangat ambu meraih apa yang
ambu impikan selama ini. Ambu ingin menjadipenulis. Ambu ingin, saat ambu tak
ada umur nanti, ambu memiliki satu karya yang akan ambu tinggalkan untuk kamu,
juga untuk adik-adikmu. Dan Alhamdulillah, di bulan ini, di tahun ini, apa yang
ambu impikan menjadi nyata. Alhamdulillah banget!! Ambu sangat bahagia. Dan
lebih bahagia saat kamu selalu ingin berada di dekat ambu. Kata orang, memang
ini yang akan terjadi saat kehamilan semakin besar. Sang Kakak akan semakin
ingin lebih dekat dengan ibunya. Entah karena faktor apa. Tapi begitulah yang
terjadi dari pengalaman orangtua-orangtua kita.
Ambu bahagia
dengan kedekatan kita saat ini. Kamu yang selalu takut saat ambu pergi. Kamu
yang selalu menunjukkan kebahagiaan dan keceriaanmu saat berdekatan dengan
ambu, dan bermain bersama ambu. Ambu bahagiaa bangeeet!!! Dengan sikap kamu
yang sering kali mencium ambu saat ambu sedang memakaikan baju kepadamu. Walau
katamu “ucid ikutin rabbit, cium ibu bapak.” Rabbit yang dimaksud adalah film
zootopia yang sering kali kamu tonton. Ada scene dimana si rabit mencium kedua
orangtuanya sebagai tanda pamit karena harus pergi meninggalkan orangtuanya.
Dan ambu sangat bahagia dengan perlakuan polosmu itu.
Hingga tak
jarang, setiap malam datang, menatapmu yang mulai terlelap. Ambu selalu
berbisik dalam hati, meminta kepada Allah, agar ambu diberikan umur panjang,
agar dapat terus menemanimu juga adik-adikmu. Ambu ingin menatapmu selalu
bahagia saat kita bersama. walau ambu tak tau sampai diusia mu keberapakah
kedekatan kita ini akan terjalin.
Mursyid sayang,,
ambu ingin kamu tahu nak, saat kamu beranjak semakin besar,, jika ada suatu hal
yang ambu lakukan kurang berkenan di hatimu, maka, maafkan lah ambu. Mungkin
ambu melakukan hal itu karena mulai kurang memahamimu. Jika suatu hari nanti
ambu mengungkapkan rindu dan rasa sayang ambu karena jarak mulai memisahkan
kita, maka, dengarkanlah nak, jangan kamu enggan dan malu. Karena memang, ambu
pasti akan merindukanmu. Merindukan dirimu yang selalu dekat dengan ambu.
Tetaplah menjadi
mursyidku yang seperti ini ya sayang.. yang selalu menyayangi ambu dengan
caramu. Yang selalu membahagiakan ambu dengan caramu. Dan selalu jujur dan
berani ungkapkan cinta dan sayang, dengan caramu. We Love You, mursyid.. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar