15 oktober
2017, ahad
Assalammualaikum, aa
Mursyid..
Hari ini, ambu ingin
sedikit lebih jujur kepadamu, Nak..
Beberapa hari terakhir
ini, ambu seperti "ditampar" dengan beberapa nasehat yang ambu baca
dan dengar. Tentang bagaimana memperlakukan seorang anak. Ternyata, sejauh
usiamu ini, ambu masih jauh dari kata sempurna untuk mendidikmu, serta
menghadapimu. Bahkan, rasa sabar yang ambu miliki untuk terus mendampingimu pun
masih harus terus dan menerus ambu luaskan. Hingga tak lagi ada hentakan, nada
tinggi, mata yang melotot, bahkan beberapa sikap yang tak baik untuk
menghadapimu.
Maafkan Ambu, Nak..
Maafkan ambu...
Maafkan Ambu..
Jujur, Nak. Ambu
takut, sikap-sikap ambu yang tak baik akan melukaimu. Bukan melukai fisikmu,
namun melukai hatimu, juga otakmu.
Maafkan Ambu, nak..
Maafkan segala sikap Ambu yang enggak berkenan dihati kamu, sayang..
Maafkan ambu yang
mungkin seringkali tak baik dan kurang tepat menyampaikan maksud baik
ambu..
Satu hal yang pasti dan
harus kamu tau, sayang.. Ambu selalu sayang mursyid.
Dan hari ini Ambu mau
Mursyid tau..
Ambu, abah, juga ummah
bahagia banget liat Mursyid yang begitu semangat ke masjid. Padahal usia
Mursyid belum genap tiga tahun, tapi semangat kamu untuk sholat dan ke masjid
Maa Sya Allah banget!! Seolah udah melekat banget di hati dan pikiran kamu,
kalau adzan sudah berkumandang, maka tidak boleh ada yang dilakukan selain
sholat.
Contohnya aja, kemarin,
saat adzan dzuhur sudah berkumandang, ambu hanya bilang "Aa, udah adzan ya
nak? waktunya apa sayang?" kamu jawab "Solat bu." ambu pun
senyum mendengar jawaban kamu. Dan gak lama kemudian, kamu langsung ingetin
abang ghulam yang lagi mainin lego kamu "Abang solat abang, udah adzan,
jangan main." katamu waktu itu. Kamu juga langsung bangunin abah yang sempat
ketiduran, katamu, "Abah, bangun, udah adzan, jangan tidurm ayo ke
masjid."
Dan abah pun langsung
bangun dan segera berwudhu yang langsung diikuti oleh kamu. Bahkan, Kemarin
lusa, saat kamu bangun tidur siang, sekitar jam 4sore, kamu langsung bilang
"Usid belom solat, Bu. Usid mau soalt." dan kamu langsung turun dari
kasur, ke kamar mandi, wudhu, dan minta dipakein peci, dan kamupun langsung
berdiri di atas sajadah dan melakukan gerakan sholat yang baru kamu bisa.
Maa Sya Allah, Nak..
Ambu benar-benar bahagia melihat kamu yang seperti ini. Teruslah seperti ini,
sayang. Jadi anak sholeh, selalu sholat tepat waktu hingga kapanpun dan
dimanapun. Jadikanlah sholat hal yang utama dibandingkan hal apapun! dan
teruslah cinta ke masjid. ingat, Nak.. anak lelaki hukumnya wajib sholat di
masjid, dan setiap langkahmu ke masjid akan Allah hitung menjadi satu
kebaikan.
Teruslah kamu tumbuh
besar menjadi anak yang sholeh, ya sayang..
Bantu abah dan ambu
untuk memberikan contoh yang baik kepada adik-adikmu kelak.
dan Terimakasih sudah
menjadi bagian dari keluarga ini, menjadi bagian dari kebahagiaan ambu dan abah
hingga saat ini.
Sungguh ambu dan abah
selalu sayang mursyid. :)
Sekali lagi, maafkan
segala sikap ambu yang enggak berkenan dihati mursyid, ya.... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar