Senin, 21 Mei 2018

20 Mei 2018



Hari ini adalah hati ke empat ambu berpuasa di tahun ini. Alhamdulillah.

Dan selama ambu puasa ini, ada kejadian seru dari sikap kamu yang bikin ambu gemesh, mau ketawa, sekaligus kasihan sama kamu. Hehehe.

Karena biasanya kamu sering makan bareng ambu, jadi, sekarang pun tiap kali makan pasti kamu mau berbagi ke ambu. Tapi, ambu selalu menolak karena ambu harus puasa. Sampai akhirnya kemarin, kamu maksa ambu cobain susu ultra rasa moka. Kata kamu, "ini enak, mbu. Cobain deh!" Lalu ambu jawab, "gak bisa, Nak. Ambu kan masih puasa. Nanti magrib ambu cobain ya. ." dan kamu keukeuh minta ambu untuk cobain suau itu. Berkali ambu coba jelaskan, tapu kamu belum paham. Dan akhirnya kamu marah dan menangis maksa ambu untuk cobain. Sambil ambu pangku kamu menghadap ambu, kamu masih saja marah bahkan memukul muka ambu. Sedih sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi? Kamu belum paham konsep puasa di bulan Ramadhan. Dan tadi pun kejadian lagi seperti itu. Tapi hari ini, kamu bisa lebih paham kalau ambu puasa berarti ambu tidak boleh.makan dan minum. So, kamu tidak memaksa seperti kemarin. Pelan-pelan kamu pasti akan mengerti apa itu puasa.

Dan setiap hari sebenarnya selalu ada aja tingkah pola dan ucapan kamu yang membuat ambu dan abah berdecak kagum. Tapi selalu saja kelewat dan gak tertukis oleh ambu.. 😢😕

Nah, sekarang ambu mau cerita salah satu ucapan kamu hari ini yang membuat ambu dan abah berdecak kagum adalah saat kamu melihat ambu sedang menggaruk perut ambu, lalu kamu bertanya, "kenapa mbu jaitannya? Gatel ya?"

"iya a,, gatel nih!" kata ambu sambil terus menggaruk perut ambu. Lalu kamu jawab, "Jangan digaruk, mbu."

"Lho, kenapa? Kan gatel."

"Nanti sakit lho! Nanti lecet lho! Jangan digaruk, ya!"

"Tapi kan gatel a.. Klo gak di garuk gimana dong?"

Lalu kamu menengok ke abah yang ada di belakang ambu, katamu, "Abah, itu ambunya coba dikasih obat, Bah! Kasian gatel itu ambu."




Entah kamu bisa dapet bahasa seperti itu dari mana. Maa Sya Allah nak, ambu dan abah langsung kaget, terkejut, sekaligus kagum sama rasa peduli dan sayang kamu yang seperti itu.

Semoga sampai kapanpun kamu tetao peduli seperti itu kepada ambu ya, Nak...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar