Assalammualaikum, anak ambu yang sholeh...
Malam ini, melihat kamu tertidur, ambu jadi ingat. Banyak hal yang sudah terlewatkan ambu ceritakan disini.. 😕
Sebelum ambu ungkapkan kebahagiaan ambu, izinkan ambu mengungkapkan permohonan maaf ambu kepada Aa.
Ya! Ambu minta maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan ambu sama Aa sampai detik ini. Kalau dalam membimbing, merawat, mengajarkan, mengarahkan, membersamai Aa banyak kesalahan, ketidaknyamanan dalam hati aa. Atau bahkan sampai membuat aa takut sama Ambu... 😥😥😕
Ambu hanya manusia biasa, yang terkadang lepas kontrol emosi ambu, sehingga ambu kelepasan membentak Aa. Yang sudah pasti membuat aA kaget, atau mungkin "terluka" dan meninggalkan "bekas" tidak enak dalam hati Aa.. 😥😭😭.. Jujur aA, setiap kali ambu kelepasan gak sengaja membentak Aa, setelah itu pasti ambu sedih. Dan ujung-ujungnya nanti ambu nangis karena menyesal.. 😢😢.. Maafin ambu ya Aa...
Mungkin ini adalah permohonan maaf ambu kesekian yang sudah aa baca. Ambu harap aa enggak bosen. Ambu menulis permohonan maaf berulang karena ambu takut. Ambu takut aa jauh dari ambu. Ambu takut, suatu saat nanti aa membangun benteng dan "jarak" yang begitu jauh dengan ambu.
Perlu aa tau, walau tadi atau kemarin ambu suka bertanya kepada Aa, "kenapa sih, A? Apa-apa harus sama ambu? Apa-apa maunya sama ambu? Kenapa gak sama abah?" sejujurnya ambu gak benar-benar ingin aa jauh dari ambu. Ambu menikmati peran ambu ini. Ambu bahagia kamu sedekat ini dengan ambu. Walau kata orang "Mursyid mah anak ambu banget! Apa-apa sama ambu!" ambu bahagia! Dan berharap sampe kamu besar nanti tetap seperti ini. Sedekat ini dengan ambu. Sesayang ini sama ambu. Semoga sampai besar nanti kamu merasa, ambu tetaplah tempat berpeluk nomor satu paling nyaman yang kamu miliki. Walau sudah dibentak sama ambu, tetap kamu kembali dalam dekapan ambu. Aah nak.. ambu sayang banget sama Aa..
Oh ya,, ambu mau cerita hal-hal yang membuat ambu bahagia akhir-akhir ini.
Beberapa hari ini kondisi ambu lagi gak enak banget. Gampang kecapean dan drop. Bersyukur kamu masih mau nurut untuk makan atau mandi sama abah. Dan kemarin, saat ambu mau ajak kamu ke bawah, kamu malah tanya, "ambu emang udah gak sakit lagi?"
Bahkan siangnya, tanpa diajarin kamu bilang ke ambu, "ambu, cepet sembuh yaa.. Cepet sehat ya ambu.." Maa Sya Allah, nak. Ambu terharu bahagia kamu berulang kali mendoakan ambu seperti itu.
Bahkan saat kamu mau tidur siang, kamu ingat ambu bikin air madu, tapi kamu gak lihat apakah ambu sudah minum atau belum. Lalu kamu tanya, "ambu air madu nya udah diminum?"
Ambu jawab, "Alhamdulillah sudah sayang..."
"Alhamdulillah. Entar usid beliin obat ya mbu. Biar ambu tambah cepet sehat." katamu lagi.
Ya Allah, Nak. Kurang bahagia apa ambu diperhatikan dengan tulus oleh mu seperti ini... 😊😊😍
Dan tadi, saat abah bikin bumbu rujak. Kamu melarang abah untuk bagi bumbu itu ke ambu. Dan kamu juga larang ambu untuk makan bumbu rujak yang punya abah. "jangan! Itu pedes! Nanti ambu sakit lagi.." begitu jawabmu saat ambu dan abah tanya kenapa ambu enggak boleh makan bumbu rujaknya..😄😄.. Segitu perhatiannya kamu, Nak..😍😍😘.. Sampai kapanpun tetap perhatian sama ambu ya, sayang...😘😘
Oh ya, ada lagi yang membuat ambu semakin bahagia and proud of you!
Hari ini, aa sudah lancar baca iqronya sampe di huruf ج ...
Jadi, sejak kemarin kita sepakat tiap ba'da magrib kamu wajib belajar iqro.
Alhamdulillah, barakallah,Nak... Ambu bahagiaaaa baangeet melihat perkembangan kemampuan baca iqro-nya kamu, Nak.. 😘😘
Tidak ada komentar:
Posting Komentar