Mursyid, anak Ambu Abah yang sholeh.
Saat Ambu menuliskan ini, Ambu sedang menemani Mursyid yang sedang shalat isya berjamaah di masjid. Malam ini adalah malam Ramadhan ke 3. Dan hari ini, adalah puasa ke dua.
Alhamdulillah, dua hari ini bisa terlewati oleh Mursyid dengan sangat baik. Jam setengah empat pagi Ambu bangunkan Mursyid untuk sahur, dan kamu langsung menurut. Kamu bangun dan makan sahur. Alhamdulillah, di Ramadhan kali ini, kamu mulai berlatih puasa hingga Maghrib. Walau ada saja pasti godaan dan dramanya. Tapi menurut Ambu dan Abah kamu hebat, Nak. Karena kamu mau berusaha untuk puasa hingga Maghrib, dan kamu pun mau jujur kepada Ambu di saat kamu tidak sengaja minum (kemarin) dan makan (tadi siang) karena kamu terlupa sedang puasa.
Nak, ketahuilah, hal yang paling mahal dan tak terbayarkan dengan apapun dalam esensi sebuah tarbiyah adalah sebuah kejujuran.
Ambu Abah sungguh tidak masalah jika kamu tidak sengaja minum, makan, atau memang kamu tidak kuat untuk berpuasa dan kamu mengakuinya kepada Ambu atau Abah. Karena berpuasa ini pun adalah bagian dari sebuah pendidikan yang harus kamu tjalani.. Ada proses di dalamnya yang tidak bisa Ambu dan Abah paksakan. Ada nilai yang harus kamu tanamkan. Bahwa Ramadhan tak hanya berpuasa menahan lapar dan haus, tapi lebih dari itu. Puasa melatih kamu sabar, melatih kamu untuk jujur, dalam hal sekecil apapun!
Kami hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Terutama dalam pendidikan dan penanaman Adab, Akhlak, dan nilai norma-norma yang baik. Maka semampu kami memberikan itu semua kepada kamu sejak saat ini.
Ambu Abah bersyukur banget melihat kamu yang sekarang, Nak. Sore tadi kamu berjanji untuk sholat maghrib, Isya, dan Terwaih berjamaah di Masjid. Ambu tahu kamu pasti sudah sangat mengantuk. Karena sejak bangun tadi pagi jam setengah 4 subuh, kamu belum tidur lagi sampai sekarang. Tapi kamu mau menepati janji yang sudah kamu ucapkan.
Hebat!
Kamu sedang melatih diri kamu untuk bisa bertanggung jawab dan berkomitmen dengan apa yang telah kamu ucapkan.
Terimakasih, Nak. Terimakasih sudah tumbuh besar menjadi anak yang baik, menjadi Kakak yang baik. sudah tidak terhitung berapa banyak sikap baik kamu yang dicontoh oleh kedua adikmu hingga saat ini.
Terimakasih, Nak. Ambu Abah bahagia dan bersyukur sekali memiliki kamu. 😘😘😊

Tidak ada komentar:
Posting Komentar