Minggu, 01 Mei 2022

Hari Terakhir Puasa

 Barakallahfiik anak Ambu Abah.

Akhirnya, dengan bantuan Allah, dan usaha Aa, sampai juga di hari terakhir puasa. Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan tahun pertama Aa benar-benar bisa menjalani puasa sesuai dengan tuntutan syari`ah. Aa makan sahur, shalat subuh, tilawah, dan berpuasa menahan lapar dan haus hingga maghrib menjelang. Pasti tidak mudah bagi Aa. Di usia Aa yang baru 7 tahun, lalu Aa belajar berpuasa dari fajar hingga maghrib, dan tetap beraktifitas seperti biasa. Maa Sya Allah. Sungguh ini adalah kemudahan dari Allah untuk Aa. Walau beberapa kali Aa sempat menangis karena menahan lapar. Tapi Ambu Abah salut dengan Aa. Karena Aa mampu melanjutkan berpuasa hingga maghrib, meski melewatinya harus ada tangis dan perjuangan luar biasa dulu. Tidak jarang Aa juga bertanya berapa lama lagi menjelang Maghrib. Hal yang wajar, tidak apa. 

Abah Ambu bangga dengan perjuangan Aa di Ramadhan tahun ini. Ramadhan ini jadikanlah pembelajaran untuk Aa. Agar Aa mampu menjadi hamba yang lebih bersyukur dengan segala yang Aa miliki. Aa sudah merasakan bagaimana menahan lapar dan haus. Aa bisa bayangkan bagaimana saudara-saudara seiman Aa di Palestina sana yang setiap hari harus berjuang menahan lapar dan haus.

Aa, Ambu Abah berharap, selepas Ramadhan ini, Aa bisa terus melanjutkan kebiasaan baik Aa, seperti tilawah ba`da subuh dan maghrib. Basahkan selalu lisanmu dengan kalam-Nya, Nak. Dekatkan selalu dirimu dengan Allah, karena hanya Allah satu-satunya Dzat tempat kita bergantung. 

Sekali lagi, Barakallahfiik Aa. Do`a Ambu dan Abah selalu sama. Semoga Aa tumbuh besar menjadi anak yang sholeh, selalu dalam lindungan Allah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar