Rabu, 17 Mei 2017

Hadirmu mengajarkan banyak hal

“Bu mana, Bah?” terdengar suaramu saat ambu sedang mau salat di kamar lain.
“Bu mau mana? (Read: AMbu mau kemana?)” saat mata beningmu menatap ambu yang mulai rapih mengenakan jilbab.
“Ambu mau ngajar dulu ya sebentar..” jawab ambu. Kamu terdiam sejenak, lalu menjawab “angan, bu.. sini aja, ain ama ucid (Read: jangan bu, sini aja, main sama mursyid)”
“Bu, tolong, ucid mau minum” katamu saat tak mampu mengambil gelas berisi air yang terletak di atas meja.
“Bu, ayo.. jangan duduk, main bola sama ucid” katamu sambil menendang bola kea rah ambu.
“Ambu, sini aja.” Katamu yang tiba-tiba terbangun dari tidur lelapmu dan meminta ambu untuk memelukmu. Padahal nyatanya ambu belum juga beranjak dari sampingmu sejak kau terlelap.
Aaah, Nak.. banyak sekali kalimat-kalimat manis yang sering kali kamu ucapkan sebagai pengukir rasa bahagia dan syukurku.
Entah, hingga di usiamu keberapakah rasa tak ingin jauh dan selalu ingin bersama ambu seperti ini akan ambu rasakan.
Namun yang pasti, suatu saat, ambu akan merindukan kebersamaan kita ini. Saat-saat terindah dimana ambu merasakan menjadi seseorang yang sangat dibutuhkan. Menjadi pelukan yang paling menenangkan bagimu saat kamu merasakan suatu hal yang memnbuatmu tak nyaman.
Nak..
Ambu sangat bahagia! Saat pelukan serta kecupan sayang yang ambu berikan mampu meredakan isak tangismu. Saat kalimat “maafkan ambu yang mungkin udah sedikit galak sama mursyid, ambu sayang banget sama mursyid” kamu balas dengan pelukan dan bisikan “iya bu..”
Ah, Nak..
Walau seringkali merasa tak bebas bergerak melakukan apa yang ambu suka seperti dulu, namun ambu bahagia. Sangat bahagia! Karena telah Allah berikan malaikat kecil yang membuat warna kehidupan ambu semakin indah. Sangat bahagia karena telah menyaksikan dan merasakan tumbuh kembangmu setiap harinya.
Terimakasih duhai Allah,, karena telah mengirimkan mursyid sebagai pelipur lara, juga pelukis bahagia untuk kami.

Terimakasih Nak,, karena hadirmu mengajarkanku begitu banyak hal. Dan membuatku banyak mengerti tentang rasa menjadi seorang IBU. Uhibbuka yaa bunayya.. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar