Senin, 16 Oktober 2017

Maafkan AMbu, Nak...

15 oktober 2017, ahad

Assalammualaikum, aa Mursyid..

Hari ini, ambu ingin sedikit lebih jujur kepadamu, Nak..
Beberapa hari terakhir ini, ambu seperti "ditampar" dengan beberapa nasehat yang ambu baca dan dengar. Tentang bagaimana memperlakukan seorang anak. Ternyata, sejauh usiamu ini, ambu masih jauh dari kata sempurna untuk mendidikmu, serta menghadapimu. Bahkan, rasa sabar yang ambu miliki untuk terus mendampingimu pun masih harus terus dan menerus ambu luaskan. Hingga tak lagi ada hentakan, nada tinggi, mata yang melotot, bahkan beberapa sikap yang tak baik untuk menghadapimu.
Maafkan Ambu, Nak..
Maafkan ambu...
Maafkan Ambu..
 Jujur, Nak. Ambu takut, sikap-sikap ambu yang tak baik akan melukaimu. Bukan melukai fisikmu, namun melukai hatimu, juga otakmu.
Maafkan Ambu, nak.. Maafkan segala sikap Ambu yang enggak berkenan dihati kamu, sayang..
Maafkan ambu yang mungkin seringkali tak baik dan kurang tepat menyampaikan maksud baik ambu.. 
Satu hal yang pasti dan harus kamu tau, sayang.. Ambu selalu sayang mursyid. 

Dan hari ini Ambu mau Mursyid tau..
Ambu, abah, juga ummah bahagia banget liat Mursyid yang begitu semangat ke masjid. Padahal usia Mursyid belum genap tiga tahun, tapi semangat kamu untuk sholat dan ke masjid Maa Sya Allah banget!! Seolah udah melekat banget di hati dan pikiran kamu, kalau adzan sudah berkumandang, maka tidak boleh ada yang dilakukan selain sholat. 
Contohnya aja, kemarin, saat adzan dzuhur sudah berkumandang, ambu hanya bilang "Aa, udah adzan ya nak? waktunya apa sayang?" kamu jawab "Solat bu." ambu pun senyum mendengar jawaban kamu. Dan gak lama kemudian, kamu langsung ingetin abang ghulam yang lagi mainin lego kamu "Abang solat abang, udah adzan, jangan main." katamu waktu itu. Kamu juga langsung bangunin abah yang sempat ketiduran, katamu, "Abah, bangun, udah adzan, jangan tidurm ayo ke masjid." 
Dan abah pun langsung bangun dan segera berwudhu yang langsung diikuti oleh kamu. Bahkan, Kemarin lusa, saat kamu bangun tidur siang, sekitar jam 4sore, kamu langsung bilang "Usid belom solat, Bu. Usid mau soalt." dan kamu langsung turun dari kasur, ke kamar mandi, wudhu, dan minta dipakein peci, dan kamupun langsung berdiri di atas sajadah dan melakukan gerakan sholat yang baru kamu bisa.
Maa Sya Allah, Nak.. Ambu benar-benar bahagia melihat kamu yang seperti ini. Teruslah seperti ini, sayang. Jadi anak sholeh, selalu sholat tepat waktu hingga kapanpun dan dimanapun. Jadikanlah sholat hal yang utama dibandingkan hal apapun! dan teruslah cinta ke masjid. ingat, Nak.. anak lelaki hukumnya wajib sholat di masjid, dan setiap langkahmu ke masjid akan Allah hitung menjadi satu kebaikan. 
Teruslah kamu tumbuh besar menjadi anak yang sholeh, ya sayang..
Bantu abah dan ambu untuk memberikan contoh yang baik kepada adik-adikmu kelak. 
dan Terimakasih sudah menjadi bagian dari keluarga ini, menjadi bagian dari kebahagiaan ambu dan abah hingga saat ini.

Sungguh ambu dan abah selalu sayang mursyid. :)


Sekali lagi, maafkan segala sikap ambu yang enggak berkenan dihati mursyid, ya.... :)

Minggu, 15 Oktober 2017

Jadilah anak yang Sholeh, Nak...

Assalammualaikum, aa Mursyid..

Hari ini, ambu ingin sedikit lebih jujur kepadamu, Nak..
Beberapa hari terakhir ini, ambu seperti "ditampar" dengan beberapa nasehat yang ambu baca dan dengar. Tentang bagaimana memperlakukan seorang anak. Ternyata, sejauh usiamu ini, ambu masih jauh dari kata sempurna untuk mendidikmu, serta menghadapimu. Bahkan, rasa sabar yang ambu miliki untuk terus mendampingimu pun masih harus terus dan menerus ambu luaskan. Hingga tak lagi ada hentakan, nada tinggi, mata yang melotot, bahkan beberapa sikap yang tak baik untuk menghadapimu.
Maafkan Ambu, Nak..
Maafkan ambu...
Maafkan Ambu..
 Jujur, Nak. Ambu takut, sikap-sikap ambu yang tak baik akan melukaimu. Bukan melukai fisikmu, namun melukai hatimu, juga otakmu.
Maafkan Ambu, nak.. Maafkan segala sikap Ambu yang enggak berkenan dihati kamu, sayang..
Maafkan ambu yang mungkin seringkali tak baik dan kurang tepat menyampaikan maksud baik ambu.. 
Satu hal yang pasti dan harus kamu tau, sayang.. Ambu selalu sayang mursyid. 

Dan hari ini Ambu mau Mursyid tau..
Ambu, abah, juga ummah bahagia banget liat Mursyid yang begitu semangat ke masjid. Padahal usia Mursyid belum genap tiga tahun, tapi semangat kamu untuk sholat dan ke masjid Maa Sya Allah banget!! Seolah udah melekat banget di hati dan pikiran kamu, kalau adzan sudah berkumandang, maka tidak boleh ada yang dilakukan selain sholat. 
Contohnya aja, kemarin, saat adzan dzuhur sudah berkumandang, ambu hanya bilang "Aa, udah adzan ya nak? waktunya apa sayang?" kamu jawab "Solat bu." ambu pun senyum mendengar jawaban kamu. Dan gak lama kemudian, kamu langsung ingetin abang ghulam yang lagi mainin lego kamu "Abang solat abang, udah adzan, jangan main." katamu waktu itu. Kamu juga langsung bangunin abah yang sempat ketiduran, katamu, "Abah, bangun, udah adzan, jangan tidurm ayo ke masjid." 
Dan abah pun langsung bangun dan segera berwudhu yang langsung diikuti oleh kamu. Bahkan, Kemarin lusa, saat kamu bangun tidur siang, sekitar jam 4sore, kamu langsung bilang "Usid belom solat, Bu. Usid mau soalt." dan kamu langsung turun dari kasur, ke kamar mandi, wudhu, dan minta dipakein peci, dan kamupun langsung berdiri di atas sajadah dan melakukan gerakan sholat yang baru kamu bisa.
Maa Sya Allah, Nak.. Ambu benar-benar bahagia melihat kamu yang seperti ini. Teruslah seperti ini, sayang. Jadi anak sholeh, selalu sholat tepat waktu hingga kapanpun dan dimanapun. Jadikanlah sholat hal yang utama dibandingkan hal apapun! dan teruslah cinta ke masjid. ingat, Nak.. anak lelaki hukumnya wajib sholat di masjid, dan setiap langkahmu ke masjid akan Allah hitung menjadi satu kebaikan. 
Teruslah kamu tumbuh besar menjadi anak yang sholeh, ya sayang..
Bantu abah dan ambu untuk memberikan contoh yang baik kepada adik-adikmu kelak. 
dan Terimakasih sudah menjadi bagian dari keluarga ini, menjadi bagian dari kebahagiaan ambu dan abah hingga saat ini.

Sungguh ambu dan abah selalu sayang mursyid. :)

Sekali lagi, maafkan segala sikap ambu yang enggak berkenan dihati mursyid, ya.... :)

Rabu, 04 Oktober 2017

Jalan-jalan ke museum.. (again)

Assalammualaikum sulungnya ambu abah yang sholeh..
Setelah sekian lama kita gak jalan-jalan lagi ke museum, akhirnya kamu jalan-jalan lagi ke museum. Walau tanpa ambu. Kamu pergi sama abah, umah, abang gulam. juga kakak-kakak santri dan guru-guru. Ambu bukan enggak mau nemenin kamu.. tapi kasian dd Muflih kalau diajak jalan-jalan ke museum dengan usianya yang masih terlalu kecil.. Alhamdulillahnya,, kamu bisa mandiri tanpa ambu. Anteng.. Enggak rewel.. malah kamu bahagia banget.. Alhamdulillah.. terus lah menjadi anak ambu yang sholeh yah, nak.. :)

Senin, 28 Agustus 2017

Jalan-jalan Sama Abah

Assalammualaikum, aa Mursyid, anak sulungnya ambu dan abah yang sholih..

Hari ini menjadi hari yabg mungkin sangat melelahkan juga menyenagkan buat kamu.
Dan Hari ini pula, adalah jalan-jalan kedua kamu bersama abah doang. Tanpa ambu dan keluarga yang lain. Dan hari ini adalah jalan-jalan terjauh dan terlama.
Kenapa??
Karena kamu ke SAFARI.. :) :) :)

Sempat ada rasa khawatir kamu akan nguring dijalan, karen aterlalu jauh, dan tanpa ambu. Nyatanya, dugaan ambu salah!! Kamu bahkan bisa bekerja sama dengan baik dengan Abah. dan Kamu tau, Nak? Ambu sangat Bahagia. Ambu bahagia karena kamu benar-benar anak ambu yang baik, dan ambu bahagia karena abahmu sangat bai, juga sangat mencintai dan menyayangi kamu, Nak. Beliau rela mengajak kamu pergi sejauh itu untuk membahagiakan kamu.


Kalau kamu besar nanti, tetaplah menjadi anak sulung kami yang baik, ya Nak. :)

Selasa, 04 Juli 2017

Cepat sehat, Nak..

Pagi ini ambu tuliskan kembali cerita tentangmu, Nak. setelah beberapa lama terlalu sibuk menikmati perkembanganmu, hingga lupa untuk terus menulis tentang kegiatan harianmu.
Pagi ini, di saat kamu masih terlelap, ambu kembali sempatkan untuk menulis tentang kamu.
Hari ini, kondisi kesehatanmu sedang tidak baik. Dari kemarin, badan kamu panas, efek batuk pilek mungkin. Walhasil, kamu semakin manja dan tidak bisa lepas dari ambu. Segala hal apapun yang kamu mau, mulai dari ganti baju, ganti pampers, minum, makan, atau sekedar ditemani nonton, harus sama ambu. Walau ada umah, ada abah, tapi kamu tetap memilih untuk selalu bersama ambu. tak masalah bagi ambu, asal kamu nyaman, dan bahagia, juga cepat sehat kembali. Kamu pun dari kemarin minta untuk jalan-jalan lagi ke Taman Mini. Karena waktu lebaran hari ketiga kemarin, tgl 28 Juni 2017, kita jalan-jalan ke Taman Mini, dan kamu penasaran banget dengan kereta gantung. Salahnya ambu saat itu, menjanjikan kamu untuk naik kereta gantung, tapi ternyata, saat sampai sana, pengunjung penuuuuh banget. Walhasil, gagal deh naik kereta gantungnya. Dan kita Cuma jalan-jalan ke taman burung, museum transportasi, dan museum air tawar juga museum serangga. Walau hanya kesana, kamu sangat antusias. Ya! seperti biasa, tiap kali mengajak kamu jalan-jalan ke museum, terutama tempat wisata yang berkaitan dengan binatang, kamu selalu senang dan antusias. Hehehe.. Alhamdulillah.
Kalau kamu sudah sembuh dan pulih banget, ambu dan umah janji akan ajak kamu lagi ke Taman Mini. sebelum ambu melahirkan adik kamu ini. Semoga kamu lekas pulih ya, nak.. Biar kamu segera merasakan naik kereta gantung seperti apa. Hehehehe. Karena dulu, waktu ambu kecilpun, ambu sering di ajakn main sama umah dan buya ke taman mini. merasaakn naik kereta gantung, main di istana anak-anak, atau hanya sekedar melihat-lihat keanekaragaman rumah adat yang ada di sana.

Nanti, kalau adikmu sudah lahir pun, mudah-mudahan ambu dan abah rejekinya bagus, kita jalan-jalan lagi ke tempat yang kalian suka ya sayang… JJ yang penting sekarang, kamu cepat sehat ya, sayang… J

Senin, 12 Juni 2017

Juni


Hai nak, sulungnya ambu dan abah yang tersayang.. J
Bagaimana perasaanmu hari ini saat kamu baca tulisan ini sayang?
Ambu harap, kamu selalu bahagia. Seperti ambu dan abah yang selalu merasa bahagia tiap kali menyaksikanmu ada di dekat kami. Mendengar celoteh polosmu. Melihat kelincahan dan keaktifanmu.
Semakin hari, celotehmu semakin pintar. Semakin banyak bendahara kata yang terekam dalam memorimu, nak. Dan hal yang paling ambu syukuri adalah, memori tentang ayat-ayat Quranpun mulai sedikit banyak melekat pada ingatanmu. Tak hanya itu, kamu pun sekarang mulai menghafal pelan-pelan asmaul husna. Ah, Nak. betapa Ambu dan abah sangat bersyukur memilikimu.
Sehat-senhat terus ya sayang.. dan teruslah tumbuh menjadi anak yang sholeh, penyejuk mata dan hati untuk ambu, abah, umah, eyang, juga untuk semua orang yang menatapmu.

Semoga Allah senantiasa melindungi mu dimanapun dan kapanpun, ya sayang… J

Rabu, 17 Mei 2017

Hadirmu mengajarkan banyak hal

“Bu mana, Bah?” terdengar suaramu saat ambu sedang mau salat di kamar lain.
“Bu mau mana? (Read: AMbu mau kemana?)” saat mata beningmu menatap ambu yang mulai rapih mengenakan jilbab.
“Ambu mau ngajar dulu ya sebentar..” jawab ambu. Kamu terdiam sejenak, lalu menjawab “angan, bu.. sini aja, ain ama ucid (Read: jangan bu, sini aja, main sama mursyid)”
“Bu, tolong, ucid mau minum” katamu saat tak mampu mengambil gelas berisi air yang terletak di atas meja.
“Bu, ayo.. jangan duduk, main bola sama ucid” katamu sambil menendang bola kea rah ambu.
“Ambu, sini aja.” Katamu yang tiba-tiba terbangun dari tidur lelapmu dan meminta ambu untuk memelukmu. Padahal nyatanya ambu belum juga beranjak dari sampingmu sejak kau terlelap.
Aaah, Nak.. banyak sekali kalimat-kalimat manis yang sering kali kamu ucapkan sebagai pengukir rasa bahagia dan syukurku.
Entah, hingga di usiamu keberapakah rasa tak ingin jauh dan selalu ingin bersama ambu seperti ini akan ambu rasakan.
Namun yang pasti, suatu saat, ambu akan merindukan kebersamaan kita ini. Saat-saat terindah dimana ambu merasakan menjadi seseorang yang sangat dibutuhkan. Menjadi pelukan yang paling menenangkan bagimu saat kamu merasakan suatu hal yang memnbuatmu tak nyaman.
Nak..
Ambu sangat bahagia! Saat pelukan serta kecupan sayang yang ambu berikan mampu meredakan isak tangismu. Saat kalimat “maafkan ambu yang mungkin udah sedikit galak sama mursyid, ambu sayang banget sama mursyid” kamu balas dengan pelukan dan bisikan “iya bu..”
Ah, Nak..
Walau seringkali merasa tak bebas bergerak melakukan apa yang ambu suka seperti dulu, namun ambu bahagia. Sangat bahagia! Karena telah Allah berikan malaikat kecil yang membuat warna kehidupan ambu semakin indah. Sangat bahagia karena telah menyaksikan dan merasakan tumbuh kembangmu setiap harinya.
Terimakasih duhai Allah,, karena telah mengirimkan mursyid sebagai pelipur lara, juga pelukis bahagia untuk kami.

Terimakasih Nak,, karena hadirmu mengajarkanku begitu banyak hal. Dan membuatku banyak mengerti tentang rasa menjadi seorang IBU. Uhibbuka yaa bunayya.. J